|
Sabtu, 10 November 2012
6 Aplikasi Pembuat Game Terbaik – Untuk Anda yang ingin Buat Game Sendiri
Minggu, 07 Oktober 2012
Kelebihan Iphone 5
Apa saja kelebihan handset terbaru Apple ini, berikut 5 kelebihan iPhone 5:
Layar yang lebih lebar. iPhone 5 dibekali layar berukuran 4 Inchi, sebelumnya iPhone 4S memiliki layar 3,5 inchi. Namun ini bukanlah suatu lompatan besar mengingat produk smartphone terlaris dari Samsung memiliki layar 4,8 Inchi.
Koneksi 4G LTE. Teknologi LTE memungkinkan transfer data lebih cepat layaknya kita menggunakan modem kabel. Teknologi ini adalah masa depan dunia mobile saat ini. Dan iPhone 5 dibekali dengan koneksi 4G LTE
Daya tahan baterai lebih lama. Jika ponsel kita menggunakan koneksi 4G LTE, dipastikan akan menguras energi baterai lebih cepat. Untuk itulah Apple mendesain baterai yang lebih tahan lama untuk produk iPhone 5.
Desain lebih tipis dan ringan. iPhone 5 termasuk salah satu smartphone tertipis di dunia. Dengan ketebal 7,6 mm, ukuran ini lebih tipis 18% dibandingkan iPhone 4S.
Kecepatan lebih tinggi. iPhone 5 dibekali prosesor A6 yang diklaim dua kali lebih cepat dan mempunyai dua kali kemampuan grafis lebih hebat dari prosesor A5.(**)
Sumber : google.com
Apa itu JAVA ?
Java merupakan sebuah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh para insinyur Sun Microsystems. Bahasa ini berorientasi objek dan dirancang untuk berjalan pada berbagai platform tanpa perlu mengkompilasi ulang kode untuk setiap platform. Walaupun Java dapat dikompilasi sebagai sebuah program asli, Java lebih terkenal karena portabilitasnya, juga beberapa fitur lain seperti pengumpulan sampah. Untuk mendapatkan independensi platform, compiler Java mengkompilasi kode Java ke sebuah perwakilan intermedit yang disebut“Java bytecode” yang berjalan di atas sebuah JRE (Java Runtime Environment) dan tidak langsung berjalan di atas sistem operasi.
Untuk menjalankan Java bytecode, kita perlu menginstal sebuah JRE (Java Runtime Environment). JRE menyediakan pustaka kode, Java Virtual Machine yang bergantung pada platform, plugin untuk browser, di antara yang lainnya. Sebuah JDK (Java Development Kit) menambahkan tool pemrograman, seperti compiler bytecode dan debugger.
Sejarah Singkat Java
Java merupakan suatu teknologi perangkat lunak yang di dalamnya mencakup bahasa pemrograman. Selain itu Java juga merupakan suatu platform yang memiliki virtual machine dan library yang diperlukan untuk menulis dan menjalankan suatu program.
Java sendiri pada awalnya dikembangkan pada lingkungan komputer oleh Sun Microsystem Inc. dengan tujuan untuk menghasilkan suatu bahasa komputer sederhana tanpa harus terikat pada arsitektur tertentu. Maka tak heran, dalam perkembangannya Java dapat dijalankan pada berbagai platform sistem operasi seperti Linux, Windows maupun Unix.
Karena keunikan dan keandalannya, Java pun semakin banyak dikenal. Pada tahun 1995 Sun meluncurkan sebuah browser berbasis Java dengan julukan Hot Java, kemudian diikuti Netscape yang memutuskan untuk membuat browser dengan dilengkapi bahasa Java di dalamnya. Setelahnya, ikut bergabung pula berbagai pengembang ternama diantaranya IBM dan Microsoft.
Pada tahun berikutnya, Sun Microsystem Inc. merilis Java Software Development Kit (JDK) pertamanya, JDK 1.1. Kemudian terus berkembang dari pemrograman applet yang berjalan di browser menjadi pemrograman kelas dunia yang banyak digunakan untuk pengembangan aneka ragam aplikasi. Tidak hanya pada komputer, Java juga dapat berjalan pada bermacam-macam perangkat, mulai telepon genggam sampai aplikasi berskala enterprise pada komputer server.
Lingkungan Java
Seperti yang telah disebutkan di atas, Java merupakan bahasa pemrograman yang dapat diimplementasikan pada berbagai lingkungan, seperti internet, telepon genggam maupun komputer. Bahasa pemrograman Java sendiri secara garis besar dikelompokan menjadi tiga edisi, yaitu, Java 2 Standar Edition (J2SE), Java 2 Enterprise Edition (J2EE) dan Java 2 Micro Edition (J2ME).
J2SE digunakan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi desktop dan applet, J2EE dipergunakan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis client/server berskala enterprise, sedangkan J2ME diaplikasikan pada berbagai perangkat kecil dengan jumlah memori, kapasitas penyimpan dan user interface terbatas, seperti ponsel dan PDA.
J2ME
Seperti paket-paket Java lainnya yang menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter, dalam J2ME digunakan pula virtual machine yang disebut K Virtual Machine (KVM) yang memiliki keunggulan tersendiri, hanya memerlukan memori kecil. Huruf K pada K Virtual Machine sendiri merupakan singkatan dari kilobyte, untuk menggambarkan betapa virtual machine ini bekerja pada memori yang demikian kecilnya.
KVM memungkinkan para pengembang software independen untuk bermain-main pada berbagai platform handset menjadi terbuka tanpa perlu melakukan perubahan berarti dalam hal programnya. Dengan J2ME yang berbasis C++, sebuah aplikasi akan memiliki portabilitas untuk dijalankan pada berbagai jenis telepon genggam.
Jumat, 05 Oktober 2012
MAU TAHU KELEMAHAN ANDROID ?
Kelemahan Android Menurut Para Pengguna
Kehadiran sistem operasi Android menjanjikan ponsel pintar dengan pilihan spesifikasi, merek, dan harga yang beragam. Fungsinya tak lagi sebatas melakukan telepon atau berbalas pesan. Lebih dari itu, Android juga digunakan untuk berinternet, main game, bahkan nonton video.Android memang menawarkan banyak hiburan. Namun tak semua perangkat Android, termasuk yang dibanderol dengan harga murah, dapat menjalankan fungsi hiburan dengan lancar lantaran keterbatasan hardware yang disematkan.
Menurut banyak pengguna ternyata kejelekan/keburukan atau kelemahan Android juga banyak diperdebatkan. Faktor apa saja yang menyebabkan smartphone Android murah penuh keterbatasan? Berikut alasannya.
1. Layar berkualitas rendah
Layar menjadi hal penting dalam smartphone Android, baik untuk navigasi ataupun memberi kenyamanan pada mata. Karena, tidak menutup kemungkinan smartphone Android digunakan untuk membaca.
Smartphone dengan resolusi HVGA, di bawah 480 x 320 piksel, tidak mendukung secara optimal pengolahan gambar aplikasi-aplikasi hiburan. Ketika memainkan game dengan grafis tinggi, Anda tidak akan menemukan sensasi game tersebut.
2. Prosesor dan RAM dengan clock speed rendah
Tahun 2011 menjadi tahunnya smartphone dengan prosesor dual core. Dan tahun 2012 ini, para vendor telah bersiap membekali produk mereka dengan prosesor quad core.
Konsekuensinya, kinerja pemrosesan dari smartphone Android juga meningkat. Para developer pun merancang aplikasinya untuk perangkat berprosesor dual atau quad core. Sehingga, smartphone Android dengan prosesor single core tidak cukup baik menjalankan aplikasi-aplikasi populer saat ini.
Selain itu, ukuran RAM yang kecil akan menghambat kinerja ketika Anda harus membuka banyak aplikasi di saat bersamaan atau multitasking. Untuk dapat menjalankan aplikasi-aplikasi hiburan, RAM 1GB menjadi ukuran yang dirasa ideal sekarang ini.
3. Rendahnya kualitas materi yang digunakan
Yang diharapkan dari Android tentu tak hanya sekadar fungsinya, namun juga ketahanannya, karena Anda akan menggunakannya untuk beberapa tahun. Menjatuhkan smartphone tentu pernah dialami semua orang atau bahkan terendam air selama beberapa saat.
Smartphone yang dibuat dari bahan-bahan murah tentu lebih rentan rusak. Sementara layar pada smartphone yang mengincar segmen high-end, kebanyakan telah dilapisi Gorilla Glass agar terhindar dari pecah dan gores.
4. Tidak dapat update OS Android terbaru
Samsung memang rajin memberikan update Android versi terbaru ke ponsel-ponsel buatannya. Misalnya, Android 4.0 untuk beberapa smartphone Galaxy. Namun, sayangnya tidak untuk produk-produk low-end.
Contohnya, Samsung tidak memberikan update Android Ice Cream Sandwich untuk Galaxy Ace, smartphone yang terbilang terjangkau dari Samsung.
Hal yang sama juga dilakukan vendor smartphone Android lainnya. Mereka hanya memberi update kepada smartphone unggulan, atau mungkin karena alasan hardware yang kurang mumpuni untuk mendukung Ice Cream Sandwich.
Inilah konsekuensi ketika memilih smartphone Android dengan harga murah. Android memang memberi pilihan, namun Android juga menjanjikan banyak hal yang kurang "menyenangkan" seperti yang telah dibahas di atas. Ada baiknya Anda mempersiapkan segala kemungkinan itu, karena ekosistem Android berkembang sangat cepat.
***
Sumber | ligaponsel
Langganan:
Postingan (Atom)